Monday, April 9, 2012

Teori Akuntansi_Pendekatan Regulator Untuk Perumusan Teori Akuntansi


NAMA           : CITRA PUSPITASARI
NIM                : 142090183
KELAS           : EA-A

PENDEKATAN REGULATORIS UNTUK PERUMUSAN TOERI AKUNTANSI

5.1         HAKIKAT STANDAR AKUNTANSI
Standar akuntansi biasany terdiri atas tiga bagian :
1.             Deskripsi masalah yang harus dipecahkan
2.             Diskusi dengan pertimbangan yang sehat (kemungkinan dengan melihat teori-teori fundamental)
3.             Selanjutnya, sejalan dengan keputusan atau teori yang ada, solusi yang disarankan.

Edey membagi persyaratan standar menjadi emapa tipe utama:
1.             Tipe 1 menyatakan bahwa para akuntan harus memberitahukan kepada masyarakat apa yang mereka lakukan dengan mengungkapkan berbagai metode dan asumsi (kebijakan akuntansi) yang mereka gunakan.
2.             Tipe 2 ditujukan pada tercapainya suatu keseragaman dalam penyajian laporan-laporan akuntansi.
3.             Tipe 3 meminta adanya pengungkapan atas masalah-masalah spesifik di mana pengguna mungkin diminta untuk menerapkan pertimbangan sendiri.
4.             Tipe 4 mensyaratkan dibuatnya keputusan implisit atau eksplisit mengenai valuasi (penilaian) aktiva dan penetuan laba yang telah disetujui.

Alasan mengapa standar akuntansi itu dibuat adalah:
1.             Standar memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan penyelenggaraan sebuah perusahaan kepada para pengguna informasi akuntansi.
2.             Standar memberikan pedoman dan aturan tindakan bagi para akuntan publik yang memungkinkan mereka untuk menerapkan kehati-hatian dan kebebasan dalam menjual keahlian dan integritas mereka dalam mengaudit laporan-laporan perusahaan dan membuktikan validitas dari laporan-laporan tersebut.
3.             Standar memberikan database kepada pemerintah mengenai berbagai variabel yang diangap sangat penting dalam pelaksanaan perpajakan, regulasi perusahaan, perencanaan dan regulasi ekonomi serta peningkatan efisiensi ekonomi dan sasaran-sasaran sosial lainnya.
4.             Standar menumbuhkan minat dalam prinsip-prinsip dan teori-teori bagi mereka yang memiliki perhatian dalam disiplin ilmu akuntansi.

5.2         TUJUAN PENETAPAN STANDAR
Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan:
1.             Pendekatan ketetapan penyajian: a) mendukung pelaporan secara netral dan pencarian ketepatan penyajian melalui proses penetapan standar  b) pembuat kebijakan akuntansi harus memberikan informasi untuk memfasilitasi pengambilan keputusan para pengguna.
2.             Pendekatan konsekuensi ekonomi: a) mendukung pengadopsian standar yang akan memberikan konsekuensi ekonomi yang baik dan yang buruk  b) Pembuat kebijakan akuntansi harus memberikan sinyal-sinyal informasi
3.             Pendekatan kritikal interpretatif : bahwa pelaporan keuangan hendaknya digunakan sebagai suatu instrumen perubahan sosial.
5.3          ENTITAS - ENTITAS YANG BERKEPENTINGAN DENGAN STANDAR   AKUNTANSI
1.             Individual dan kantor akuntan publik : Individual dan kantor akuntan publik bertanggung jawab melalui auditor-auditor mereka untuk secara independen mensertifikasi laporan keuangan perusahaan telah menyajikan hasil-hasil dari aktivitas bisnis dengan wajar dan akurat.
2.             American Institute of Certified Public Accounting (AICPA) : AICPA adalah organisasi pengkoordinir profesional bagi para praktisi CPA di AS.
3.             American Accounting Association (AAA): AAA adalah organisasi para akademisi akuntansi dan setiap individu yang tertarik dalam peningkatan praktik dan teori akuntansi.
4.             Financial Accounting Standards Boards (FASB) : FASB menggantikan APB di tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung jawab untuk membuat standar akuntansi.
5.             Securities and Exchange Commission (SEC): Dibentuk oleh UU Kongres pada tahun 1934.
6.             Organisasi Profesional Lainnya: Organisasi ini secara aktif terlibat dalam pembuatatan standar akuntansi di negaranya masing-masing.
7.             Para Pengguna Laporan Keuangan
a.    Pengguna langsung: a) pemilik perusahaan dan pemegang saham b) kreditor c) manajemen perusahaan d) otoritas perpajakan e) pekerja f) para pelanggan
b.    Pengguna tidak langsung meliputi: a) analis dan penasihat keuangan b) bursa saham c) pengacara d) pihak yang berwenang e) asosiasi perdagangan f) serikat pekerja
c.    Konstituen dari lingkungan pelaporan keuangan terdiri atas:
a)             Para inventoris: a) terdiversifikasi vs tidak terdiversifikasi b) aktif vs pasif c) profesional dan non prevesional
b)             Perantara informasi : a) Analis Keuangan b) Agen Pemeringkat Obligasi c) Agen Pemeringkat Saham d) Layan Penasihat Investasi e) Perusahaan Pialang
c)             Para Regulator: a) FASB  b)SEC  c) kongres
d)            Manajemen : a) Perusahaan besar vs perusahaan kecil b) Perusahaan besar vs perusahaan kecil
e)             Auditor: a) Nasional vs Lokal b) Praktik SEC vs Praktik non SEC

Ada tiga jenis laporan keuangan yang dapat dibuat:
1.             Laporan keuangan untuk tujuan umum
2.             Laporan keuangan untuk tujuan khusus yang memenuhi kebutuhan dari kelompok pengguna tertentu
3.             Penggungkapan-penggungkapan yang berbeda menyajikan angka-angka yang berbeda untuk dipilih oleh para penggunanya.
5.4         SIAPA YANG BERWENANG MENATAPKAN STANDAR
1.             Teori tentang regulasi. Terdapat dua kategori utama dalam regulasi suatu industri tertentu:
a.    Teori-teori kepentingan publik, bahwa regulasi diberikan sebagai suatu jawaban atas permintaan publik akan perbaikan dari harga-harga pasar yang tidak efisien dan tidak adil, dibuat untuk memberikan perlindungan dan kebaikan bagi masyarakat umum.
b.    Kelompok yang berkepentingan, berpendapat bahwa regulasi diberikan sebagai jawaban atas permintaan dari kelompok dengan kepentingan khusus, dengan maksud untuk memaksimalkan laba dari para anggotanya.
2.       Haruskah Kita Mengatur Akuntansi?
Terjadi perdebatan mengenai apakah akuntansi sebaiknya diatur atau tidak
1)   Opini pasar yang tidak diregulasi: perusahaan insentif untuk memberikan laporan secara sukarela karena kalau tidak, dapat diartikan sebagai berita buruk.
2)   Opini pasar yang diregulasi: menggunakan argumentasi kepentingan publik, dan kebutuhan untuk mencapai sasaran sosial yang diinginkan.
3.       Pendekatan pasar bebas.
          Asumsi dasar: informasi akuntansi adalah sebuah barang ekonomi, sama seperti barang atau jasa lainnya. Oleh karena itu, ia menjadi subjek atas kekuatan permintaan dan kekuatan pasok.
4.       Regulasi Standar Akuntansi di Sektor Swasta
          Asumsi: kepentingan publik dalam akuntansi akan terpenuhi dengan baik jika pembuatan standar diserahkan kepada sektor swasta.
5.       Regulasi Standar Akuntansi di Sektor Publik

5.5          LEGITIMASI PROSES PENETAPAN STANDAR
1.       Prognosis Pesimistik : Legitimasi proses penetapan standar kadang dhubungkan dengan kemampuannya untuk membuat sistem akuntansi yang optimal.
2.       Prognosis Optimistik : Chambers, mengusulkan suatu sekolah kebutuhan yang mengasumsikan adanya norma atau standar ideal yang berlaku silang di beberapa situasi tertentu.

5.6         STANDAR AKUNTANSI YANG BERLEBIHAN
Standar akuntansi yang berlebihan termasuk didalamnya:
1)      Standar yang terlalu banyak
2)      Standar yang terlalu detail
3)      Tidak ada standar yang tegas, membuat pemilihan suatu aplikasi menjadi sulit
4)      Standar untuk tujuan umum tidak mampu mengatasi perbedaan-perbedaan yang       terdapat dalam kebutuhan dari para pembuat, pengguna, dan CPA.
5)      Standar untuk tujuan umum tidak mampu mengatasi perbedaan-perbedaan
6)      Pengungkapan yang berlebihan, pengukuran yang rumit atau kedua-duanya


5.7       PILIHAN DALAM AKUNTANSI
Motivasi (kategori sasaran) dilakukannya pilihan dalam akuntansi:  1) pembuatan kontrak (perspektif pembuatan kontrak yang efektif), 2) pemberian harga atas aktiva, 3) mempengaruhi pihak-pihak eksternal.

5.8       STATEGI PENETAPAN STANDAR BAGI NEGARA BERKEMBANG
Ada empat jenis strategi yaitu pendekatan evolusioner, pendekatan transfer teknologi, penggunaan standar akuntansi internasional dan strategi situasional.
1) Pendekatan Evolusioner: Diasumsikan para mitra asing akan menyesuaikan aturan-aturannya sendi mereka ingin tetap terus membina perdagangan dengan negara tersebut dan/atau mempertahankan operasinya.
2) Pendekatan Transfer Teknologi: Pengembangan melalui transfer teknologi berasal dari operasi dan aktivitas kantor akuntan internasional, perusahan multinasional dan para     akademisi yang berpraktik di negara berkembang, atau berbagai perjanjian internasional dan kesepakatan kerja sama yang meminta dilakukannya pertukaran       informasi dan teknologi.
3)   Penggunaan Standar Akuntansi Internasional:  Adalah bergabung dengan Internasional Accounting Standards Committee (IASC) atau badan standar internasional lainnya.
4)   Strategi Situasional : Atau dikenal sebagai ”pengembangan standar akuntansi dengan  didasarkan atas analisis dari prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi di negara- negara maju terhadap latar belakang lingkungan yang mendasarinya”. Faktor faktor    tersebut adalah linguistik kultural, politik dan hak-hak sipil, ekonomi dan karakteristik    demografis, serta lingkungan hukum dan perpajakan negara yang bersangkutan.

Pertanyaan :
1. Mengapa parbedaan antara ke tiga pendekatan yaitu, pendekatan ketepatan penyajian, pendekatan   konsekuensi ekonomi dan pendekatan kritikal- interprentatif dapat menimbulkan komitmen – komitmen normatif terhadap sasaran pelaporan keuangan yang saling bertentangan. Jelaskan mengapa hal itu bisa terjadi ?

2. Bagaimana cara perusahaan besar dan perusahaan kecil menganalisa laporan keuangan baik secara langsung maupun yang  tidak langsung ?
         

Comments
0 Comments
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment